skip to main |
skip to sidebar
BAHAN:
- 300 gram kerang darah/kerang hijau tanpa cangkang
- 1 sdt ketumbar tumbuk
- 1 sdt paprika bubuk
- 100 gram tepung berbumbu, siap pakai
- minyak untuk menggoreng
CARA MEMBUAT:
- Cuci bersih kerang, tiriskan. Lumuri kerang dengan campuran ketumbar
dan paprika, aduk rata. Sisihkan selama 30 menit agar bumbu meresap.
- Taruh tepung berbumbu dalam wadah, campurkan kerang, aduk hingga rata.
- Panaskan minyak goreng yang banyak di dalam wajan di atas api sedang. Masukkan kerang berbumbu sedikit demi sedikit.
- Goreng sambil aduk-aduk terus agar tidak lengket satu sama lain hingga kering dan berwarna kecokelatan, angkat, tiriskan.
BAHAN:
Isi:
- 300 gram udang kupas
- 5 sdm mayones
- 1/2 sdt merica bubuk
- 1 sdm kecap jepang (shoyu)
- 8 tangkai selada air
Dadar:
- 4 butir telur
- 1/2 sdt garam
- 2 sdm susu cair
- 2 sdm minyak goreng
- 2 sdm wijen sangrai
CARA MEMBUAT:
- Isi: Rebus udang sampai berubah warna, angkat.
Potong kecil-kecil atau cincang kasar. Aduk udang bersama mayones,
merica dan kecap jepang sampai rata, sisihkan.
- Dadar: Kocok telur asal lepas bersama garam, dan
susu cair. Setelah rata, bagi adonan telur menjadi 2 bagian. Olesi wajan
dadar dengan minyak goreng, lalu panaskan di atas api sedang.
- Masukkan 1 bagian adonan telur ke dalam wajan. Putar wajan sampai
adonan menutupi permukaannya. Taburi 1 sdm wijen sangrai di atasnya.
Balikkan dadar, segera angkat. Selesaikan untuk sisa bahan.
- Letakkan selembar dadar diatas talenan. Taruh 1/2 bagian adonan isi
di permukaannya, ratakan. Taruh 4 tangkai selada air di salah satu ujung
dadar, kemudian gulung padat. Lakukan hal yang sama untuk sisa dadar.
- Bungkus gulungan telur dengan selembar plastik, sisihkan sebentar
dalam lemari es (10 menit). Keluarkan dari lemari es dan buka
pembungkusnya, lalu potong-potong ukuran 2 cm, hidangkan.
Kue lapis khas Betawi ini tak pernah ditinggalkan
penggemarnya. Teksturnya yang lembut kenyal dengan aroma santan yang
gurih membuatnya selalu memikat. Kali ini tampil unik dengan dicetak
dalam mangkuk-mangkuk kecil.
BAHAN:
- 250 ml santan, dari 2 butir kelapa
- 12 lembar daun jeruk
- 4 lembar daun pandan, ikat
- 600 gram gula pasir
- 1 sdt garam
- minyak untuk olesan
- 500 gram tepung kanji
- 100 gram tepung beras
- 5 tetes pewarna makanan warna hijau
- 5 tetes pewarna makanan warna merah
CARA MEMBUAT KUE PEPE MANGKUK:
- Masukkan santan dalam panci, tambahkan daun jeruk, daun pandan, gula
dan garam ke dalamnya. Jerang diatas api sedang, timba-timba santan
hingga mendidih (jangan sampai pecah), angkat, sisihkan.
- Didihkan air dalam dandang. Olesi 24 buah mangkuk kecil ukuran 50 ml
dengan minyak goreng, masukkan kedalam dandang, biarkan hingga panas.
Sementara itu, taruh tepung kanji dan tepung beras dalam wadah, tuangi
santan hangat sedikit demi sedikit ke dalamnya sambil diaduk hingga
adonan tercampur rata dan licin.
- Bagi adonan menjadi 3 bagian. Bubuhkan pewarna hijau pada 1 bagian
adonan, pewarna merah pada adonan yang lain, dan 1 bagian adonan lagi
biarkan berwarna putih.
- Tuangkan 1 sdm adonan merah ke dalam setiap cetakan di dalam
dandang, tutup dandang dengan tutup yang telah dibungkus serbet/kain
bersih. Kukus selama kurang lebih 3 menit, buka tutup dandang. Tuang 1
sdm adonan putih diatas adonan merah, kukus lagi selama kurang lebih 3
menit. Ulangi melapis dengan 1 sdm adonan hijau dan terakhir dengan 1
sdm adonan merah.
- Teruskan mengukus selama 15 menit hingga seluruh kue matang. angkat. Biarkan kue hingga agak dingin, keluarkan dari cetakan.
Teksturnya kenyal sedikit melawan bila
digigit, tetapi terasa gurih dengan balutan kelapa parut. Agar lebih
menarik dibuat warna warni dalam satu potong adonan. Sajikan dalam wadah
takir agar tampak lebih eksotis.
BAHAN:
- 400 gram tepung kanji
- 275 ml air
- 1 sdt garam
- pewarna makanan warna merah, kuning , hijau
- 2000 ml air, untuk merebus
- 8 – 10 lembar daun pandan, potong-potong
- 1/2 butir kelapa setengah tua, kupas, parut memanjang
- 1 sdt garam
- 20 buah takir daun pisang (bila suka)
- 6 sdm gula pasir
CARA MEMBUAT CENIL PELANGI:
- Larutkan 50 gram tepung kanji dengan 60 ml air, aduk, sisihkan.
Didihkan sisa air bersama garam di atas api sedang. Masukkan larutan
tepung kanji sambil diaduk hingga adonan mengental, angkat.
- Aduk terus hingga adonan mengental rata dan agak dingin, campurkan
sisa tepung kanji sedikit demi sedikit ke dalamnya. Uleni hingga rata,
lalu bagi adonan menjadi 3 bagian. Beri warna masing-masing bagian
dengan pewarna merah, kuning dan hijau, aduk rata.
- Ambil 1 sdm adonan merah, kuning dan hijau. Rekatkan menjadi satu,
lalu gulung bentuk panjang sebesar kelingking. potong-potong ukuran 3
cm, selesaikan hingga sisa bahan habis.
- Taruh air dan daun pandan dalam panci, jerang di atas api, masak
hingga mendidih, lalu kecilkan api, tutup panci. Masak hingga aroma
pandan terserap oleh air. Buang daun pandan, teruskan memasak hingga air
mendidih.
- Masukkan adonan yang sudah dipotong-potong ke dalam air pandan, masak hingga mengapung (kurang lebih 5 menit), angkat.
- Gulingkan ke dalam kelapa parut yang sudah dicampur garam, hidangkan
di atas wadah atau takir daun pisang dengan taburan gula pasir
Kue tradisional khas Jawa ini legit dan gurih
karena siraman santan kental di atasnya. Adonan tepung ketan yang legit
dipadu dengan isi unti yang manis didalamnya.
BAHAN:
- 250 gram tepung ketan
- 50 gram tepung kanji
- 1/2 sdt garam
- 225 ml air
- pewarna makanan warna merah dan hijau
- 3 lembar daun pandan, potong-potong daun pisang untuk membungkus
ISI:
- 200 gram kelapa setengah tua, kupas kulit arinya, parut memanjang
- 150 gram gula merah, sisir halus
- 1/2 sdt garam
- 1 lembar daun pandan, potong-potong
KUAH:
- 450 ml santan, dari 1/2 butir kelapa
- 1 sdm tepung beras
- 1/2 sdt garam
CARA MEMBUAT KUE MENDUT:
- Isi: Campur bahan isi menjadi satu dalam wajan atau
panci, jerang di atas api. Masak sambil diaduk-aduk hingga airnya
mengering, angkat, sisihkan.
- Kuah: Campur santan, tepung beras dan garam dalam
panci. Jerang diatas api, masak hingga mendidih dan mengental sambil
diaduk-aduk, angkat, sisihkan.
- Campur tepung ketan, tepung kanji dan garam dalam wadah. Tuangi air
sedikit demi sedikit sambil diuleni hingga adonan bisa dibentuk. Bagi
manjadi 2 bagian, masing-masing bagian beri pewarna merah muda dan hijau
muda. Uleni hingga warnanya rata.
- Didihkan air dalam dandang. Ambil 1 sdm adonan, bentuk bulat, lalu
pipihkan. Taruh 1 sdt adonan isi di tengahnya, tutup dan bentuk bulat
kembali. Lakukan langkah yang sama pada sisa bahan hingga habis.
- Ambil selembar daun pisang, letakkan di atas telapak tangan, taruh 1
bulatan merah dan 1 bulatan hijau di tengahnya. Bubuhkan sepotong daun
pandan, siram bagian atasnya dengan 4 sdm adonan kuah. Bungkus bentuk
tum, semat dengan lidi.
- Masukkan bungkusan ke dalam dandang, kukus selama kurang lebih 30 menit hingga matang, angkat.
Barangkali karena adonannya yang lembut seperti lumpur, maka kue ini disebut kue lumpur.
Paduan kentang, telur dan santan menghasilkan kue yang gurih dan
lembut. Tambahkan kelapa muda dan kismis memperkaya cita rasanya.
BAHAN:
- 300 gram kentang
- 5 kuning telur
- 2 putih telur
- 250 gram gula pasir
- 400 ml santan, dari 1 butir kelapa
- 50 gram margarin, lelehkan
- 1/4 sdt vanili bubuk
- 1/2 sdt garam
- 175 grang tepung terigu
- 1 butir kelapa muda, keruk
- minyak goreng untuk olesan
- 50 gram kismis, rendam hingga mekar, untuk taburan
- 1/2 butir kelapa muda, keruk, untuk hiasan
CARA MEMBUAT KUE LUMPUR:
- Kukus kentang hingga masak, angkat, kupas kulitnya selagi panas.
Segera lumatkan dengan menggunakan alat penghalus kentang, sisihkan.
- Kocok kuning telur dan putih terlur bersama gula menggunakan mikser
hingga mengembang. Masukkan santan, margarin leleh, vanili, dan garam,
aduk menggunakan pengocok kawat hingga rata.
- Masukkan kentang dan tepung terigu sedikit demi sedikit sambil
diaduk terus hingga menjadi adonan yang halus dan licin, kemudian
saring, buang ampasnya. Masukkan kelapa muda keruk, aduk rata, sisihkan.
- Panaskan cetakan kue lumpur di atas api sedang. Olesi dengan sedikit
minyak goreng. Tuang adonan ke dalam cetakan hingga 3/4 penuh, lalu
tutup cetakan, masak hingga setengah matang.
- Buka tutup cetakan, hias bagian atas kue dengan kelapa muda keruk
dan kismis. Teruskan memasak hingga matang (kurang lebih 10 menit),
angkat. keluarkan kue dari cetakan
Membuatnya mudah dan bahannya sederhana, tapi
rasanya jangan ditanya… enak dan gurih. Santan kental yang sudah menjadi
areh dibubuhkan di atasnya sehingga apem menjadi lebih gurih.
BAHAN:
- 500 ml santan, dari 1/2 butir kelapa
- 1/2 sdt garam
- 250 gram tepung beras
- 50 gram tepung kanji
- 125 gram gula pasir
- 1/4 sdt garam
- 2 sdt ragi instan
- minyak untuk olesan
AREH: masak diatas api sambil diaduk hingga mendidih
- 150 ml santan kental
- 1/4 sdt garam
- 1/2 lembar daun pandan, potong-potong
CARA MEMBUAT APEM CEYLON:
- Rebus santan dan garam hingga mendidih, angkat, sisihkan. Taruh
tepung beras, tepung kanji, gula pasir dan garam dalam wadah, aduk.
Campurkan ragi instan ke dalam campuran tepung, aduk hingga rata.
- Masukkan santan, aduk hingga rata dan adonan licin. Diamkan di tempat hangat selama kurang lebih 1 jam.
- Panaskan wajan tebal bertutup dengan diameter 12 cm dia atas api
sedang. Olesi dengan minyak goreng, tuang kurang lebih 50 ml adonan ke
dalam wajan, tekan sedikit bagian tengahnya dengan punggung sendok agar
adonan agak melebar. Tutup wajan.
- Masak diatas api sedang selama kurang lebih 5 – 6 menit hingga
setengah matang. Buka tutup wajan, tambahkan 1 sdm areh di atas apem.
Masak terus dengan wajan tertutup hingga matang dan areh mengering,
angkat.